Intipesan Training

Emotional Intelligence in the Digital Age & Modern Work

12 – 13 Agustus 2026 | Hotel Aryaduta Menteng - Jakarta

LATAR BELAKANG

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara kerja di berbagai organisasi. Pola kerja menjadi lebih cepat, berbasis teknologi, dan banyak dilakukan melalui komunikasi virtual. Kondisi ini menuntut pegawai tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan mengelola emosi dan berkomunikasi secara efektif.

Dalam praktiknya, kerja digital sering menimbulkan tantangan seperti miskomunikasi, tekanan kerja yang tinggi, stres, dan konflik akibat keterbatasan interaksi langsung. Oleh karena itu, pegawai perlu dibekali Emotional Intelligence agar mampu mengelola emosi, berkomunikasi dengan empati, serta tetap profesional dalam lingkungan kerja digital.

Pelatihan ini diselenggarakan untuk membantu pegawai beradaptasi dengan tuntutan kerja modern secara sehat dan produktif.

Tujuan Pelatihan

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami peran Emotional Intelligence dalam kerja digital
  • Mengelola emosi dan stres dalam pekerjaan sehari-hari
  • Berkomunikasi secara empatik dan asertif melalui media digital
  • Mengelola konflik dan membangun kerja sama yang baik di lingkungan kerja modern

Sasaran Peserta

Pelatihan ini ditujukan bagi:

  • Pegawai/karyawan bagian administrasi dan operasional
  • Staf pendukung manajemen
  • Pegawai yang bekerja dalam sistem digital, hybrid, atau remote
  • Pegawai yang sering berinteraksi melalui media komunikasi online
  • Supervisor atau koordinator tim (opsional)

Jumlah peserta ideal: 15–25 orang per kelas

MATERI & SUBTOPIK PELATIHAN

Hari 1 – Kesadaran Diri & Pengelolaan Emosi dalam Lingkungan Kerja Digital

Tujuan:

  • Peran performance management dalam organisasi modern
  • Perubahan peran supervisor/manager di era digital
  • Siklus kinerja: plan – monitor – evaluate (berbasis sistem/digital)

Materi:

  • Perubahan pola kerja di era digital
  • Risiko emosional kerja online (overload, burnout, misinterpretasi pesan)
  • EI sebagai kunci ketahanan kerja digital (digital resilience)

Aktivitas:

  • Diskusi pengalaman kerja digital peserta
  • Self-assessment EI dalam konteks digital

Tujuan:

  • Mengenali reaksi emosional saat bekerja online
  • Mengelola emosi yang muncul akibat notifikasi dan tekanan digital

Materi:

  • Pemicu emosi di kerja digital (email, chat, deadline online)
  • Emosi vs respon impulsif di media kerja
  • Dampak multitasking terhadap emosi dan fokus

Aktivitas:

    • Refleksi kebiasaan digital pribadi
    • Analisis kasus miskomunikasi via chat/email

Tujuan:

  • Mengendalikan stres akibat kerja cepat dan selalu terhubung
  • Menjaga fokus dan ketenangan dalam pekerjaan digital

Materi:

  • Digital stress & burnout
  • Teknik pengendalian emosi saat online
  • Batas sehat antara kerja dan kehidupan pribadi (digital boundary)

Aktivitas:

  • Latihan manajemen stres singkat
  • Simulasi situasi kerja dengan tekanan digital

Tujuan:

  • Mengembangkan empati tanpa tatap muka langsung
  • Mencegah konflik akibat komunikasi teks

Materi:

  • Empati dalam komunikasi virtual
  • Membaca emosi dari teks, emoji, dan nada pesan
  • Etika komunikasi profesional di platform digital

Aktivitas:

    • Role play komunikasi via chat/email
    • Review contoh pesan yang berpotensi menimbulkan konflik

Hari 2 – Komunikasi, Kolaborasi & Ketahanan Emosional Digital

Tujuan:

  • Menyampaikan pesan secara jelas dan profesional
  • Menghindari miskomunikasi di kanal digital

Materi:

  • Gaya komunikasi pasif, agresif, dan asertif secara online
  • Menulis pesan kerja yang efektif & berempati
  • Mengelola perbedaan pendapat secara virtual

Aktivitas:

    • Latihan menulis pesan asertif
    • Simulasi diskusi kerja online

Tujuan:

  • Mengelola konflik yang muncul di ruang kerja virtual
  • Mengendalikan emosi sebelum bereaksi di media digital

Materi:

  • Konflik akibat miskomunikasi online
  • Strategi merespons pesan emosional
  • Kapan harus menunda respon atau mengalihkan ke komunikasi langsung

Aktivitas:

  • Studi kasus konflik digital
  • Role play penanganan konflik online

Tujuan:

  • Membangun kepercayaan dan kerja sama jarak jauh
  • Menjaga hubungan kerja yang sehat di tim digital

Materi:

  • Dinamika emosi dalam tim virtual
  • Membangun psychological safety secara online
  • Mengelola perbedaan gaya kerja digital

Aktivitas:

    • Diskusi pengalaman kerja tim virtual
    • Simulasi kolaborasi jarak jauh

Tujuan:

  • Menjaga kesehatan emosional jangka panjang
  • Mengintegrasikan EI dalam rutinitas kerja digital

Materi:

  • Emotional resilience di era digital
  • Kebiasaan kerja sehat berbasis EI
  • Action plan pengembangan EI pribadi

Aktivitas:

  • Penyusunan rencana pengembangan diri
  • Refleksi dan komitmen pribadi

Model Evaluasi Pelatihan

Evaluasi menggunakan pendekatan 4 Level (adaptasi model evaluasi pembelajaran):

Level 1 – Reaction

  • Form evaluasi kepuasan peserta
  • Feedback terhadap fasilitator & materi

Level 2 – Learning

  • Pre-test & post-test
  • Penilaian bentuk personal development plan

Level 3 – Behavior

  • Monitoring implementasi personal development plan (30–60 hari setelah pelatihan)
  • Laporan atasan langsung terkait perubahan perilaku kerja

Level 4 – Result

  • Hasil dari personal development
  • Efisiensi / improvement yang dihasilkan
  • Dampak terhadap kinerja unit kerja

Output Pelatihan

Peserta mampu:

  • Mengelola emosi dalam tekanan kerja digital
  • Berkomunikasi secara empatik dan asertif secara online
  • Menghindari konflik akibat miskomunikasi digital
  • Menjaga keseimbangan emosional di lingkungan kerja modern

Fasilitator

Assosiate Trainer Intipesan

  • Berpengalaman membawakan topik emotional intelligence
  • Menguasai metode experiential learning
  • Mampu mengelola dinamika kelas & diskusi kelompok

WAKTU & TEMPAT

12 – 13 Agustus 2026  | Hotel Aryaduta Menteng – Jakarta

BIAYA INVESTASI

Rp. 4.500.000,- / Peserta

Biaya tersebut tidak termasuk PPN 11%

CONTACT

Scroll to Top